Jumat, 09 Mei 2014

BISNIS DTG

barrier to entry dalam bisnis itu tidak ada yg kecil, tukang nasi goreng aja barriernya kaga kecil, apalagi ini, dalam bisnis ini, barrier itu bukan berdasarkan printer, kami percaya orang punya duit banyakpun akan susah melawan perusahaan yg sudah punya fondasi kuat, dan tentu saja bukan cuma printer yang banyak atau mahal maupun harga jual semurah2nya

kami percaya newbie di DTG no matter the printer dari T13, Viper sampai kornit akan lumayan berat berhadapan head to head dengan kami, kami sudah mempersiapkan barrier barrier itu sejak 2 tahun lalu, dan percayalah barrier kami bukan hanya dari segi printer dan tinta

sekarang saya coba jelaskan barrier2 kami sedikit

lets say education saya percaya disini banyak yg copy dan memakai flow chart perbandingan DTG dan sablon digital dimana dengan jelas iklan itu kami yang buat sendiri dengan konsep menantang sablon digital pada 2 tahun lalu dengan langsung menembak sablon digital itu KUNO, di sisi lain orang yang tidak kenal DTG mudah memahami perbedaan dengan teknik yang ada saat itu, tanpa sadar ini adalah barrier pertama, bagi agan2 yg copy flowchart itu apakah anda tahu itu merupakan hak cipta dan sudah didaftarkan sejak tahun lalu? secara hukum yg berlaku di republik indonesia kami bisa menuntut orang yg memasang flowchart tersebut tanpa ijin, kami sengaja tidak memberikan watermark karena itu diperuntukkan untuk reseller kami, kalo diluar negeri uda kenyang pengacara nuntut 1 per 1, tuntutan tidak akan bisa membuat dipenjara namun cukup untuk menguras otak, membuat stress dan ketakutan, saya pernah dituntut, pahit banget, mungkin senasib ama sony AK tahun lalu? wah gila stress nya..

barrier kedua, gaya marketing, saya yakin agan yusatir paling mengerti hal ini, setelah liat web anda saya percaya anda "sangat terinspirasi" dari flowchart dropship dan sistem reward kami, mungkin kami salah, mohon maaf bila salah, tapi saya percaya baru kita berdua yg bergaya seperti itu tinggal tunggu who's next

barrier ketiga, efisiensi, hampir 10 orang yg punya printer DTG akhirnya memutuskan menjadi reseller kita karena bagi mereka lebih murah cetak di kita dibanding punya unit sendiri, di awal salah 1 orang posting DTG tidak bisa heavy duty , itu keselahan besar dimana tidak bisa mengefisiensikan unit tersebut, detik ini standar produksi kami 500-800 order sehari desain tidak ada yg sama, hanya dengan 5 orang operator, jika dengan sablon manual mau brapa banyak orang?

apa yg saya ketik disini sebenarnya rahasia perusahaan, namun karena kita dalam posisi saling share tidak ada salahnya kami share disini, tidak ada maksud menyombongkan diri, menekan atau menghina, 100% hanya share, saya percaya tiap orang2 disini punya barrier dan strategi masing2 yang jauh lebih gila dari kami, pasar DTG masih besar sekali, kami berusaha untuk selalu jadi yg terdepan, saya harap semua disini juga begitu, sekali lagi lawan utama kita itu sablon manual, dan di sisi kami , kami benar2 ingin melawan sablon manual dan pre order

sebagai reminder saya disini tidak posting tentang printernya, saya share bisnis dengan DTG, karena takut dengan judul thread yang "katanya" tidak cocok dan demi tidak mengulangi hal yg sama, saya tanya kepada agan2 semua, boleh saya tulis atau saya hapus?

mohon maaf ada kata2 yg salah

=================================================


berguna untuk newbie dari pengalaman saya maen DTG
1. jangan tergila2 printer warna hitam, perawatan jauh lebih berat, untung lebih tipis, bikin lebih ribet, printer lebih ribet dan ada celah lepas tanggung jawab di kaskus bagi penjual printer bilang "saya uda bilang tinta putih perlu perawatan khusus" , u cari aja beberapa gitu di kaskus
2. jangan takut digertak orang punya anajet, punya viper atau lain2, semua basicnya epson, (kecuali anajet MPower ) jamin sama aja, makin gede printer mereka, tiap kali ngidupin tu printer jg makin byk tinta dibuang untuk idupin matiin ama head clean, semakin kecil printer minimal droplet makin kecil jadi makin tajem gambarnya tapi gunakan filosofi makin mahal tu printer makin takut pemiliknya bongkar sendiri, dan percayalah printer yg running terus menerus dari head, selang pembuangan, wiper dll itu perlu dilepas dan dibersihkan berkala max 2-3 minggu sekali dalam kondisi heavy duty, ketergantungan pemilik printer pada penjual kalau tidak berani bongkar sendiri akan tinggi sekali, tiap kalii panggil orang bayar yang merupakan extra cost sendiri ( ini barrier yang dibuat oleh penjual printer untuk mendapatkan income rutin, termasuk oleh epsonnya sendiri )
3. banggalah atas apa yang anda miliki, seperti agan amoreamore bilang, dia ada unit T13, yg merupakan printer entry level namun dia bahagia dan bisa mengoptimalkan unit itu, saya salut dengan agan 1 ini, saya mulai ini juga dengan 1 unit printer, jikalau uda jalan kita, pasti kita dibuka matanya untuk ke arah mana, yang penting usaha jangan nyerah ama nasib
4. jika bisa juallah desain , jangan jasa print, untungnya bisa 4x kok, bedanya pake desain ama terima desain orang kita print
5. jangan bergantung pada 1 vendor kaos polos, ketergantungan bisnis ini terhadap kaos polos tinggi sekali, jangan sampe ilang customer gara2 penjual kaos polos kg bisa diharapin
6. percayalah bahwa kita bermain di bisnis teknologi, makin hari makin murah, harga yg agan fun4two sebut kaos polos S: 10 rb itu di beberapa vendor lempeng cari untung kaga gila2 an itu dapet kok, saya dapet di 9500 bahkan, dan untuk tinta 50 rb per 100 ml, kalo u beli per galon kaga jauh dari sana, "selama" u kaga beli di penjual tinta yg untung ampe 2x, tapi seiring waktu dan tumbuhnya lawan jamin harga turun
7. cari market yang baru, jangan liat oo di sini rame ya,kayanya enak ya bisnis gini, beli printer ah, ntar lawan dia, melawan orang yg uda lebih dulu susah, DTG ini belum banyak yg tau, diluar market lebih banyak dibanding yg sudah tergarap
8. seperti agan yusatir bilang, pakai 2 operator, 1 ngukur baju, 1 print ama QC, printer dtg dioperasiin sendiri kaga gampang, jadi lambat dan tidak efisien
9. percaya pada teknologi ini, kami all out disini , bagi saya mau orang sablon bilang lebih murah, lebih manusiawi, lebih ada seni, dia bikin jumlah banyak dengan orang lebih dikit, ya itu hak dia, gunakan kelemahan sablon manual, yaitu tidak bisa order dikit, dan waktu produksi yg lama, hasil memang lebih terang manual tapi kalo uda biasa pake DTG kaos putih, begitu orang yg sama order DTG kaos hitam mereka bakal kecewa bahwa tintanya kaga menyerap dan cenderung seperti sablon manual, orientasi pasar sudah mulai berubah
10. be creative, jangan hanya mencontek orang, atau ikut2an, printer ini bagaimanapun cuma mesin, bisnisnya di diri anda sendiri, percuma punya mesin mahal kalo kaga tau mau diapain
11. makin lama makin banyak printer yg dijual akan makin banyak saingan, ciptakan barrier barrier, siapkan diri menghadapi worst case, dalam beberapa tahun ke depan akan mulai ada filter yang membedakan mana yg bertahan mana yg kolaps, kelemahan printer adalah tidak dipakai 2 minggu aja kering, so jangan sampai kg dapet order sama sekali dalam 2 minggu
12. be wise ama customer anda, customer yg datang kadang gila dan kg masuk akal, kebanyakan customer kami itu minta di edit, kita tolak2 in, kenapa? kalo hasilnya jelek kita yg disalahin, kita sebagai penjual berusaha memperlakukan pembeli seperti raja, namun disisi lain kita boleh kok milih mana yg jadi raja kita mana yang kaga, jangan terima seluruh order
13. jangan mengumbar terlalu banyak di media bahkan cari investor buat franchise, semakin orang tau teknologi ini semakin besar "raksasa bisnis" melihat ini sebagai peluang, sekali dihajar habis kita semua, saya dulu melakukan kesalahan ini di kaos couple, jangan sampe melakukan kesalahan seperti kita
14. DTG itu merupakan zona abu2, tukang sablon dengan duit pas pas an dan gaptek kaga bakal mampu memakai teknologi ini, di sisi lain perusahaan clothing besar jg tidak akan mau menggunakan teknologi ini karena nilai investasi dan hasil produksinya jauh sekali dibandingkan sablon manual dan bordir, namun banyak sekali chance di tengah2 itu, dan bersyukurlah banyak juragan sablon itu orang2 tua yg pake komputer aja susah, this is our era,young people with passion and creativity
15. jangan pernah percaya terlalu gampang dengan perakit printer, perakit printer beraneka ragam dari yg kejar omzet yg penting printer nya laku banyak sampai yang menganggap pemakai printer g harus jalan ni, soalnya biar tinta nya beli rutin, sebagai contoh bahwa print 2x kaga bisa presisi gara2 software, penjual printer yg baik pasti tau bahwa itu salah rakit, bukan gara2 software, jika dia bilang gara2 software itu namanya alasan atau emang kaga mampu bikin presisi, saya percaya dtg digital pake rip apapun akan presisi , begitu juga printer rakitan cina yg notabener harganya sama & kg akan alasan gara2 RIP, posisi sama2 penjual printer kok, so JANGAN tertipu, kejar perakit printer itu sampe dia mau tanggung jawab, setiap kaos yg terbuang adalah COST dimana tidak akan terjadi jika rancangan printer anda tepat

akhir kata terima kasih atas konsentrasi, emosi, share dan utama ilmu yang dibagi disini, saya belajar banyak di thread ini, saya harap anda semua belajar juga disini, mari kita berjuang bersama, bukan untuk uang , tapi untuk menciptakan hidup yang lebih baik, sekali lg mohon maaf jika ada kata2 yg salah, saya disini niat hanya share, bukan cari musuh, saya tahun depan mungkin akan coba bagged ink ama R1900,namun untuk saat ini kami maen di LFP aja dain coba research DIY teknologi WIMS

see you on top

best regards


www.indo.co.id